“Silakan dicoba aplikasi virtual tour yang dibikin teman-teman” kata beberapa relawan yang menyambut kedatangan kami di lantai dua menara kibar siang itu. Kacamata vr yang terbuat dari karton atau dikenal sebagai google cardboard bermotif batik pun kemudian terpasang di depan mata. Dan kami mulai terhanyut memasuki atmosfir pendakian gunung Merbabu lewat jalur Suwanting. Taburan bintang dan bentangan milky way dari pos 3 pun membuat kami mensyukuri keindahan alam Indonesia, walau saat itu kami tidak sedang di dalam hutan tapi di dalam gedung.
Foto merupakan panorama 360, silakan diputar ke kiri kanan atas bawah untuk melihat sekeliling.
Bertempat di Menara Kibar, Jl Raden Saleh, Google Developer Group bareng dengan Telusuri kemarin membuat hajatan yang mengumpulkan para developer dengan para traveler
Bekerja sama dengan TelusuRi, yang merupakan salah satu dedengkot traveling Indonesia, event dengan tema Indonesia around you, membahas tentang bagaimana virtual tour bisa diaplikasikan untuk mempromosikan keindahan alam Indonesia.
om Ivan Chen, Ceo Anantarupa mengenalkan virtual tour yang bisa diaplikasikan di beberapa aspek, seperti game, museum virtual dan berbagai hal lain. Bahkan di beberapa pameran internasional bisa digunakan untuk memperkenalkan kekayaan potensi wisata Indonesia ke luar negeri.
Setelah itu, Sami Kizilbash, developer relationship southeast asia, google juga ikut mempresentasikan perkembangan google dalam mengembangkan tehnologi virtual reality dan augmented reality. Mulai dari google cardboard hingga day dream yang bisa digunakan untuk mencoba virtual tour dengan simpel.
Google juga banyak menggunakan virtual tour dan augmented reality untuk bidang pendidikan melalui google expedition dan expedition AR.
Team dari DCI imagi, diwakili oleh Yudhie Fardani dan Utomo juga berbagi pengalaman tentang proyek Surabaya smart city yang di”gawangi” oleh bu Risma. Berkeliling kota Surabaya dalam satu hari dalam format video 360. Mencoba melihat permasalahan yang dihadapi kota besar seperti Surabaya dan bagaimana solusi untuk mengatasinya.
Saya kebagian jatah berbagi pengalaman tentang buku Merbabu : Pendakian Bertabur Bintang yang juga mempunyai fasilitas virtual reality supaya bisa “merasakan” pendakian ke gunung Merbabu melalui handphone kita.
Dipandu oleh mbak langit dari Kok Bisa sharing cerita pembuatan buku Merbabu yang merupakan proyek kolaborasi antara Landscape Indonesia dengan teman-teman dari TelusuRI, Kreavi dan Traveller Kaskus. Kolaborasi yang sebenarnya antara fotografer – layout buku – editor yang belum saling kenal. Tapi rela mengurangi ego masing-masing sehingga proses pembuatan buku berjalan dengan cukup lancar.
Seperti yang om Anto Motulz, creative advisor dari Kreavi, ungkapkan bahwa jaman sekarang ini semua harus bisa berkolaborasi. Seperti contohnya karakter dari komik marvel maupun dc yang berkolaborasi dengan artis di beberapa bidang sehingga bisa tampil di film biskop. “Tak kenal maka saling berkenalanlah” ungkapnya sembari menutup sore yang cukup meriah kemarin.
Terima kasih untuk kesempatannya bisa berkumpul, bertemu dengan teman-teman baru dan berbagi pengalaman tentang buku dan virtual tour merbabu.
Untuk yang berminat mencoba virtual tour perjalanan ke gunung Merbabu bisa didownload langsung dari google play store: https://play.google.com/store/apps/details?id=air.merbabu.virtualtour&hl=in
Untuk yang belum punya buku MERBABU: pendakian bertabur bintang silakan diorder via whatsapp 0856 298 1413 atau email widhibek@gmail.com
Pingback: Sharing Dokumentasi Event di Kibar - Landscape Indonesia